Why You Should Aware & Care: The Bad Ingredients

Gleam Base Skincare Organic Revie

Kali ini di Gleam Base, aku ingin sharing tentang 'bad' ingredients yang terdapat dalam produk skincare. Nah, sejak menikah tahun lalu, entah kenapa aku mulai tertarik untuk membaca kandungan bahan-bahan didalam produk yang akan digunakan dirumah. Ketika belanja bulanan, sebelum memasukkan produk kedalam keranjang belanja, aku baca dan googling sedikit demi sedikit bahan yang menurut aku namanya sangat asing; seperti Paraben, Sulfates, Phthalates.

Setelah membaca informasi dari EWG, dan yakin bahwa bahannya sangat tidak berbahaya, baru aku yakin produk tersebut bisa dibawa kerumah. Awalnya, aku hanya aware untuk menggunakan produk natural dan organik yang bisa dipakai oleh semua orang dirumah seperti sabun mandi, shampoo, conditioner, hair tonic dan bahan makanan. Namun setelah beberapa saat, (ketika aku sadar bahwa kulit wajahku super kering dan mulai banyak tanda ageing muncul) aku jadi sangat yakin bahwa menggunakan produk skincare yang organik dan natural bisa memperbaiki kondisi kulitku dengan lebih baik lagi.

Dan ternyata, menggunakan skincare organik dan natural manfaatnya lebih besar dari sekedar memperbaiki kondisi kulit. Tetapi juga membantu untuk mengurangi beberapa resiko kesehatan karena menggunakan skincare/bodycare yang mengandung banyak bahan kimia dan berpotensi menjadi racun jika digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Sudah sekitar tiga bulan aku mencoba berkomitmen untuk menggunakan setidaknya produk yang 90% organik, tetapi memang tantangannya banyak sekali. Salah satunya adalah dengan sulitnya mendapatkan produk yang natural dan organik yang tidak mengandung paraben, pewarna buatan dan pewangi buatan di Jakarta. Sehingga aku masih harus mencari barangnya dari luar Indonesia. Ada beberapa brand di Indonesia yang mengklaim produknya 100% natural, tetapi ternyata tidak semua produknya seperti itu.

Pada umumnya, ada beberapa bahan skincare yang harus dihindari. Beberapa bahan tersebut adalah:

1. Paraben (Methylparaben, Propylparaben, Butylparaben, Isobutylparaben)
Paraben merupakan senyawa kimia (tidak berasal dari bahan natural) yang banyak digunakan diberbagai macam produk kecantikan mulai dari makeup, skincare, bodycare sebagai pengawet. Fungsi utama bahan ini adalah untuk memperpanjang usia produk, menghalau jamur serta bakteri yang dapat berkembang didalam produknya.

Ini sebabnya, untuk produk yang natural/organik, waktu hidupnya bisa dibilang singkat. Biasanya berkisar antara 3-6 bulan setelah produk dibuka segelnya. Paraben ini bisa berbahaya karena menurut jurnal penelitian, penggunaan paraben dalam dosis yang sangat rendah saja dapat memicu beberapa reaksi alergi dan juga gangguan pada sistem reproduksi (mengganggu hormon untuk kesuburan, gangguan pada pertumbuhan janin dan batita/balita). Beberapa jurnal juga pernah mencatat adanya penemuan senyawa Paraben pada kanker payudara serta gangguan syaraf pada binatang percobaan yang menggunakan produk ber-Paraben. 

2. Phthalates (Dibutyl Phthalate [DBP], Dimethyl Phthalate [DMP], Diethyl Phthalate [DEP])
Phthalates [baca: tha-lats] adalah senyawa kimia plastik yang terdapat dimana-mana. Mulai dari household products, food packaging, skincare, bodycare, makeup dan parfum. Fungsi utama Phthalates sendiri adalah untuk mengikat (bersifat seperti lem/putih telur) dan dapat membuat produk akhir plastik menjadi sangat lentur/fleksibel. Phthalates yang paling banyak digunakan didalam produk makeup dan skincare adalah Biasanya, Phthalates banyak ditemukan didalam nail-polish, lotion/moisturiser dan kosmetik yang mengandung warna serta parfum artifisial. 

Bahan Phthalates ini lebih berbahaya untuk calon Ibu serta Ibu yang sedang menyusui. Tahun 2013 lalu, US Center Disease Control mengeluarkan laporan riset lengkap tentang bahaya Phthalates yang dapat menimbulkan cacat pada bayi yang baru lahir, gangguan hormon pada batita/balita, gangguan hormon reproduksi pada laki-laki dewasa,  dapat merangsang gangguan pada pernafasan dan menyebabkan asma serta menimbulkan tumor pada payudara. Karena banyak efek negatifnya, saat ini produk yang mengandung Phthalates sudah dilarang di Eropa oleh EU. Namun, pada beberapa produk, Phthalates masih bisa terkandung didalam produknya dengan label 'perfume'. Untuk menghindari Phthalates, bisa juga dengan menggunakan produk yang berlabel "Phthalates Free" atau "Perfume/Artificial Colors Free". 

3. Inorganic & Organic Mercury (Ethylmercury/Thimerosal/Sodium Salt Ethyl/Mercury Sodium Salt)
Mercury banyak ditemukan didalam produk brightening skincare (banyak dijual didaerah Asia dan Afrika) juga produk makeup, terutama maskara dan eye makeup remover. Senyawa Mercury sendiri terbagi menjadi dua, inorganic dan organic Mercury. Walaupun ada senyawa Mercury yang organik, penggunaannya sendiri dibatasi dan tidak dianjurkan oleh WHO untuk produk personal care, skincare dan kosmetik karena dapat menimbulkan gangguan dan cacat pada ginjal. Di Eropa dan Afrika, penggunaan segala jenis produk yang mengandung Mercury (inorganic & organic) sudah dilarang keras. 

4. Sulfates (Sodium Lauryl Sulfate [SLS], Sodium Laureth Sulfate [SLES], Sodium Lauryl Sulfoacetate)
Sulfate adalah material deterjen yang sangat agresif, berasal dari garam sulfur dan banyak digunakan oleh produk household care, skincare dan makeup. Sulfate sendiri bersifat 'menarik' minyak dan air, dimana, jika digabungkan dengan minyak atau air, akan bereaksi dan bisa mengangkat partikel yang ada dipermukaan apapun. Saat ini, Sulfate dianggap senyawa yang paling efektif, kuat dan murah sebagai bahan utama produk yang berfungsi untuk mengangkat kotoran. Kenapa Sulfate dianggap 'bermasalah' untuk skincare dan makeup? karena senyawa Sulfate terlalu kuat. Penggunaan skincare atau personal care yang mengandung Sulfate dalam jangka waktu yang panjang dan dosis tinggi dapat menyebabkan iritasi pada kulit wajah, tubuh dan kulit kepala. 

Beberapa bahan yang aku sebutkan tadi baru sedikit dari sebagian 'bad' ingredients yang dapat ditemukan diberbagai macam produk skincare, bodycare dan makeup. Untuk teman-teman, (terutama calon Ibu dan sedang menyusui) kalau aku boleh saran, lebih baik menggunakan produk skincare yang 100% organik, plant based dan menggunakan bahan-bahan natural supaya aman untuk Ibu dan babynya hehe. Semoga informasinya bisa bermanfaat, happy hunting the good skincare, Sunshine 🌻🌿